Sumber - Sumber Pandangan Hidup

Jumat, 25 Maret 2011 1 komentar

MANUSIA dan PANDANGAN HIDUP

Sumber – Sumber Pandangan Hidup

Pandangan hidup merupakan Hasil pemikiran itu dapat diterima oleh akal, sehingga diakui kebenarannya. Atas dasar ini manusia menerima hasil pemikiran itu sebagai pegangan, pedoman, arahan, atau petunjuk_yang disebut pandangan hidup. Pandangan hidup itu bersifat kodrati. Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasaikan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.

Sumber-sumber pandangan hidup :
1. Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan yang mutlak kebenarannya.

2. Pandangan hidup yang berupa ideology yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang
terdapat pada Negara tersebut.

3. Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relative kebenarannya ,pandangan hidup yang berasal dari agama/hidup muslim .Pandangan hidup muslim, rumusan tujuan hidup yang didasari oleh ajaran agama menempati posisi sentral, yakni orang yang hormat dan tunduk kepada nilai-nilai agama yang diyakininya, melalui figure Ulama Kharismatik, atau menurut kitab suci. Menurut ajaran Islam, tujuan hidup manusia ialah untuk menggapai ridha Allah, ibtigha mardhatillah. Firman Allah .

4. Ideologi. Sekumpulam ide,gagasan,keyakinan dan kepercayaan yang menyeluruh dan sistematis. Pedoman yang dipakai oleh seluruh kelompok sebagai dasar cita-cita,nilai dasar dan keyakinan yang dijunjung tinggi

5. Cita – Cita. suatu impian dan harapan seorang akan masa depannya bagi sebagian orang cita-cita itu adalah tujuan hidupnya maka cita-cita adalah sebuah impian yang dapat membakar semangat untuk terus melangkah maju kedepan .

6. Kebijakan. Suatu upaya atau tindakan untuk mempengaruhi system pencapaian tujuan yang diinginkaan upaya dan tindakan dimaksud bersifat strategis yaitu berjangka panjang dan menyeluruh .

7. Usaha atau Perjuangan. Usaha atau upaya atau tindakan yang dilakukan untuk mewujudkan cita-cita atau tujuan yang dituju .
8. Keyakinan atau Kepercayaan. merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia. Orang yang percaya diri yakin atas kemampuan mereka sendiri serta memiliki pengharapan yang realistis bahkan ketika harapan mereka tidak berwujud mereka tetap berpikiran positif dan dapat menerimanya 

LANGKAH BERPANDANGAN HIDUP DENGAN BAIK :
• Mengerti
• Mengenal
• Menghayati
• Meyakini
• Mengabdi
• Dan Mengamankan


Adapted From : http://sinar-manusiadanpandanganhidup.blogspot.com/

Analisa Gereja Katedral Jakarta

0 komentar

MANUSIA dan KEINDAHAN

1. Gaya Arsitektur
GEREJA Katedral Jakarta yang diresmikan tahun 1901, kita kenal sebagai salah satu bangunan yang elegan dan cantik. Tahun ini, ia masih berdiri kokoh setelah 100 tahun. Kokoh, namun tetap elegan dan mengikuti aliran eklektis dalam arsitektur. Maka bangunan ini disebut dengan kata lain yaitu arsitektur neogotik Belanda. Walaupun di prasasti depan disebut hanya Cuypers-Hulswit sebagai arsiteknya, cukup bukti bahwa Dijkmans-lah yang membuat sketsa-sketsa pertamanya. Pastor Kurris, Sj menemukan di arsip Jesuit di Nijmegen beberapa data dan gambar yang ditandatangani Dijkmans. Juga denah dasar satu-satunya yang ditemukan di sini, ditandatangani Dijkmans. Ketika Dijkmans sakit dan kembali ke Belanda, pekerjaan diserahkan kepada Hulswit. Hulswit menjadi arsitek proyek itu sampai bangunan selesai. Gedung ini merupakan pengganti Gedung Katedral yang sempat roboh pada tahun 1890.
Gaya arsitektur itu disebut Neogotik karena merupakan “tiruan gaya Gotik”. Pada arsitektur gaya Gotik yang asli, langit-langit bangunan dibuat dari batu alam dan merupakan kesatuan konstruksi sebagai penyangga atap. Berbeda dengan gereja Gotik abad pertengahan yang hampir seluruhnya dibuat dari batu alam, maka ciri khasnya adalah lengkungan yang bertemu melancip ke atas dan memberikan ekspresi ke atas yang sangat sesuai dengan bangunan ibadah. Ditambah melangsingkan batu alam tersebut dengan bentuk alur menjulang tinggi, maka kesannya lebih mengarah pada ketinggian bangunan.
Katedral di Jakarta ditulari dengan menggunakan langit-langit kayu jati dengan bentuk seolah-olah “Gotik”. Tetapi, pada akhir abad ke-19 mengejar bentuk adalah lazim, tidak lahir dari konstruksi murni. Menara yang dalam arsitektur asli Gotik dibuat dari susunan batu alam pula secara filigran (rajutan halus), pada Gereja Katedral sudah diganti dengan bahan modern waktu itu, yaitu baja. Pada waktu itu di Eropa digunakan konstruksi baja, dengan hiasan seolah-olah pahatan batu. Gaya ini merupakan pengaruh guru besar arsitek Violet le Duc, yang banyak pengikutnya, termasuk Dijkmans. Cuypers di Belanda menerapkan arsitektur Neogotik ini di mana-mana.
Katedral berukuran cukup besar, berkapasitas waktu itu 900 orang dengan bangku-bangku cukup kokoh, ketinggian ruang yang sangat mengagumkan, dan merupakan salah satu simbol gereja Kristen-Katolik. Dalam garis besarnya, Katedral merupakan jenis gereja salib yaitu ruangannya berbentuk salib. Ruang altar menempati bagian atas batang salibnya. Arah bangunan dari segi panjang diletakkan pada sumbu timur-barat yang mengurangi terik Matahari langsung.
Namun, sistem pembangunan sangat mengacu pada arsitektur Barat, dengan teritis atap yang kecil, jendela tinggi lebar, sehingga suasana khas gereja Eropa terdapat di sini. Apalagi ditambah hiasan kaca patri yang indah. Pada bagian barat Katedral, terdapat jendela rosetta yang besar dihiasi kaca patri yang indah. Hiasan dinding berupa lukisan keramik karya Th Molkeboer dikerjakan di Belanda dan ditambahkan pada tahun 1911 dan gayanya sudah mendekati gaya Jugendstil/Amsterdamsche School yang lebih modern. Dalam pemilihan hiasan dinding ini pun, menurut data yang ada (ditemukan pastor Kurris) Pastor Dijkmans masih ikut menentukan.
2. Penanda Jakarta
Gedung Katedral dilabur putih dan merupakan penanda (landmark) megah di Weltevreden, Jakarta, di depan halaman yang luas, yang sekarang lebih dikenal dengan lapangan Banteng-dulu disebut Taman Waterloo setelah Daendels berkuasa. Di sekeliling Katedral terdapat Istana Daendels (sekarang Departemen Keuangan) dan di sisi-sisi lain taman terdapat pintu air dan benteng citadel (sekarang berdiri Masjid Istiqlal), terdapat juga garnisun tentara Belanda. Ada pula patung Jan Pieterszoon Coen yang pada zaman Jepang ditumbangkan.
Menjelang zaman Jepang, gereja ini sempat dicat hijau untuk perlindungan dari pengeboman pada malam hari. Warna ini setelah kemerdekaan masih tetap hijau sampai pemugaran tahun 1988. Gereja kemudian dicat warna semen sehingga lebih terasa sebagai batu alam. Sebenarnya konstruksi Katedral terdiri dari dinding batu bata tebal memikul yang kemudian diplester dan diberi pola seperti susunan batu alam. Kuda-kuda kayu jati berbentang lebar, dikerjakan tukang-tukang Kwongfu. Sadar akan harga diri profesinya, mereka dengan bangga membuat inskripsi tanda namanya memakai huruf Mandarin. Benar-benar mengagumkan.
Atap ditutup dengan sirap, dan pada waktu pemugaran, sudah terdapat banyak bocoran. Dapat diperkirakan hal ini terjadi pada sambungan-sambungan peralihan dengan menara kecil baja dan sebagainya. Rupanya agak dipaksakan dalam pembuatannya demi mengejar bentuk dan bahan, tetapi tidak terselesaikan walaupun sudah ada pemugaran besar-besaran pada tahun 1925. Kemungkinan karena kebocoran sudah sangat mengganggu. Telah diputuskan pula untuk mengikuti usulan kami selaku arsitek yang terlibat pemugaran tahun 1988 untuk mengganti seluruh atap dengan lapisan tembaga, seperti lazim dilakukan pada bangunan besar di Eropa dengan hasil cukup memuaskan hingga sekarang. Oksidasi pada awalnya akan membuat warna kecoklatan dan akan hijau pupus kelak. Lapisan ini selanjutnya merupakan perlindungan permanen terhadap bahan itu sendiri.
Untuk merancang bentuk pagar yang disebut sekarang “kontekstual” berikut berbagai alternatifnya, perlu waktu enam bulan tersendiri. Demikian hormat kami pada pencipta bangunan Gereja Katedral.
3. Cagar budaya
Gereja ini dilindungi hukum, merupakan cagar budaya dan penanda penting dalam tatanan Kota Jakarta. Tidaklah heran gedung Gereja Katedral ini memiliki karismanya tersendiri, dan merupakan simbol yang tidak dapat dipisahkan dari kerukunan antar-agama.
Dari segi perkembangan arsitektur di Indonesia, Katedral merupakan contoh bangunan gaya Eropa yang tidak terlalu disesuaikan dengan kondisi tropis-budaya. Dalam perkembangan selanjutnya, gereja-gereja bergaya Neogotik seperti Gereja Pohsarang dari arsitek Maclaine Pont sungguh-sungguh mencoba mengintegrasikan diri dengan kebudayaan setempat, dan selanjutnya beberapa eksperimen lainnya yang mencoba mencari jawaban yang lebih mengintegrasikan diri dengan kebudayaan setempat yang ada dengan kondisi teknologi yang dimungkinkan.
Sebagai penanda yang semula sangat dominan di kawasan tersebut dan dengan adanya bangunan yang lain pula ia tetap merupakan permata yang tidak dapat dilepaskan dari sejarah pembangunan Kota Jakarta. Pada usia ke-100, otomatis bangunan ini merupakan aset pelestarian yang kita miliki bersama yang cukup indah dan terawat di Asia Tenggara.
Sumber referensi : http://www.arsitekturindis.com/?p=122

Pengertian Ideologi

0 komentar

MANUSIA dan PANDANGAN HIDUP

A. Pengertian Ideologi

Ideology berasal dari bahasa Yunani dan merupakan gabungan dari dua kata yaitu edios yang artinya gagasan atau konsep dan logos yang berarti ilmu. Pengertian ideology secara umum adalah sekumpulan ide, gagasan, keyakinan dan kepercayaan yang menyeluruh dan sistematis. Dalam arti luas, ideology adalah pedoman normative yang dipakai oleh seluruh kelompok sebagai dasar cita-cita, nila dasar dan keyakinan yang dijunjung tinggi.

Ideologi adalah kumpulan ide atau gagasan. Kata ideologi sendiri diciptakan oleh Destutt de Tracy pada akhir abad ke-18 untuk mendefinisikan "sains tentang ide". Ideologi dapat dianggap sebagai visi yang komprehensif, sebagai cara memandang segala sesuatu (bandingkan Weltanschauung), secara umum (lihat Ideologi dalam kehidupan sehari hari) dan beberapa arah filosofis (lihat Ideologi politis), atau sekelompok ide yang diajukan oleh kelas yang dominan pada seluruh anggota masyarakat. Tujuan utama dibalik ideologi adalah untuk menawarkan perubahan melalui proses pemikiran normatif. Ideologi adalah sistem pemikiran abstrak (tidak hanya sekadar pembentukan ide) yang diterapkan pada masalah publik sehingga membuat konsep ini menjadi inti politik. Secara implisit setiap pemikiran politik mengikuti sebuah ideologi walaupun tidak diletakkan sebagai sistem berpikir yang eksplisit.(definisi ideologi Marxisme).

B. Ideologi Menurut Para Ahli

a. Destut De Traacy :

istilah ideology pertama kali dikemukakan oleh destut de Tracy tahun 1796 yang berarti suatu program yang diharapkan dapat membawa suatu perubahan institusional dalam masyarakat Perancis.

b. Ramlan Surbakti membagi dalam dua pengertian yakni :

1. Ideologi secara fungsional : seperangkat gagasan tentang kebaikan bersama atau tentang masyarakat dan Negara yag dianggap paling baik.
2. Ideologi secara structural : suatu system pembenaran seperti gagasan dan formula politik atas setiap kebijakan dan tindakan yang diambil oleh penguasa.

Adapted from : http://id.shvoong.com/society-and-news/news-items/2005723-pengertian-ideologi/




Macam - Macam Keadilan

0 komentar

MANUSIA dan KEADILAN

A. Pengertian Keadilan


Keadilan menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan diartikan sebagai titik tengah antara kedua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit. Kedua ujung ekstrem ini menyangkut dua orang atau benda. Bila kedua orang tersebut mempunyai kesamaan dalam ukuran yang telah ditetapkan, maka masing-masing orang harus memperoleh benda atau hasil yang sama, kalau tidak sama, maka masing – masing orang akan menerima bagian yang tidak sama, sedangkan pelangggaran terjadap proporsi tersebut disebut tidak adil.

            Keadilan oleh Plato diproyeksikan pada diri manusia sehingga yang dikatakan adil adalah orang yang mengendalikan diri dan perasaannya dikendalikan oleh akal. Socrates memproyeksikan keadilan pada pemerintahan. Menurut Socrates, keadilan akan tercipta bilamana warga Negara sudah merasakan bahwa pemerintah sudah melakukan tugasnya dengan baik. Mengapa diproyeksikan kepada pemerintah ? sebab pemerintah adalah pimpinan pokok yang menentukan dinamika masyarakat. Kong Hu Cu berpendapat bahwa keadilan terjadi apabila anak sebagai anak, bila ayah sebagai ayah, bila raja sebagai raja, masing-masing telah melaksanakan kewajibannya. Pendapat ini terbatas pada nilai-nilai tertentu yang sudah diyakini atau disepakati.

                Menurut pendapat yang lebih umum dikatakan bahwa keadilan itu adalah pengakuan dan pelakuan yang seimbang antara hak-hak dan kewajiban. Keadilan terletak pada keharmonisan menuntuk hak dan menjalankan kewajiban. Atau dengan kata lain, keadilan adalah keadaan bila setiap orang memperoleh apa yang menjadi hak nya dan setiap orang memperoleh bagian yang sama dari kekayaan bersama.

B. Berbagai Macam Keadilan


1. Keadilan legal atau keadilan moral
Plato berpendapat bahwa keadilan dan hukum merupakan substansi rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjadi kesatuannya. Dalam masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan menurut sifat dasarnya paling cocok baginya ( the man behind the gun ). Pendapat Plato itu disebut keadilan moral, sedangkan oleh yang lainnya disebut keadilan legal

2. Keadilan distributive
Aristotele berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama diperlakukan tidak sama (justice is done when equels are treated equally).

3. Keadilan komutatif
Keadilan ini bertujuan untuk memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum.Bagi Aristoteles pengertian keadilan ini merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat. Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrem menjadikan ketidakadilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian dalam masyarakat
4. Kejujuran

                Kejujuran atau jujur artinya apa-apa yang dikatakan seseorang sesuai dengan hati nuraninya, apa yang dikatakan sesuai dengan kenyataan yang ada. Sedang kenyataan yang ada itu adalah kenyataan yang benar-benar ada. Jujur juga berarti seseorang bersih hatinya dari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama dan hukum. Untuk itu dituntut satu kata dan perbuatan, yang berarti bahwa apa yang dikatakan harus sama dengan perbuatannya. Karena itu jujur berarti juga menepati janji atau kesanggupan yang terlampir melalui kata-kata ataupun yang masih terkandung dalam hati nuraninya yang berupa kehendak, harapan dan niat.


5. Kecurangan

Kecurangan atau curang identik dengan ketidakjujuran atau tidak jujur, dan sama pula dengan licik, meskipun tidak serupa benar. Curang atau kecurangan artinya apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hari nuraninya atau, orang itu memang dari hatinya sudah berniat curang dengan maksud memperoleh keuntungan tanpa bertenaga dan berusaha. Kecurangan menyebabkan orang menjadi serakah, tamak, ingin menimbun kekayaan yang berlebihan dengan tujuan agar dianggap sebagai orang yang paling hebat, paling kaya, dan senang bila masyarakat disekelilingnya hidup menderita. Bermacam-macam sebab orang melakukan kecurangan. Ditinjau dari hubungan manusia dengan alam sekitarnya, ada 4 aspek yaitu aspek ekonomi, aspek kebudayaan, aspek peradaban dan aspek teknik. Apabila keempat asepk tersebut dilaksanakan secara wajar, maka segalanya akan berjalan sesuai dengan norma-norma moral atau norma hukum. Akan tetapi, apabila manusia dalam hatinya telah digerogoti jiwa tamak, iri, dengki, maka manusia akan melakukan perbuatan yang melanggar norma tersebut dan jadilah kecurangan.


6. Pemulihan nama baik

Nama baik merupakan tujuan utama orang hidup. Nama baik adalah nama yang tidak tercela. Setiap orang menajaga dengan hati-hati agar namanya baik. Lebih-lebih jika ia menjadi teladan bagi orang/tetangga disekitarnya adalah suatu kebanggaan batin yang tak ternilai harganya. Penjagaan nama baik erat hubungannya dengan tingkah laku atau perbuatan. Atau boleh dikatakan bama baik atau tidak baik ini adalah tingkah laku atau perbuatannya. Yang dimaksud dengan tingkah laku dan perbuatan itu, antara lain cara berbahasa, cara bergaul, sopan santun, disiplin pribadi, cara menghadapi orang, perbuatn-perbuatan yang dihalalkan agama dan sebagainya. Pada hakekatnya pemulihan nama baik adalah kesadaran manusia akan segala kesalahannya; bahwa apa yang diperbuatnya tidak sesuai dengan ukuran moral atau tidak sesuai dengan ahlak yang baik. Untuk memulihkan nama baik manusia harus tobat atau minta maaf. Tobat dan minta maaf tidak hanya dibibir, melainkan harus bertingkah laku yang sopan, ramah, berbuat darma dengan memberikan kebajikan dan pertolongan kepaa sesama hidup yang perlu ditolong dengan penuh kasih sayang , tanpa pamrin, takwa terhadap Tuhan dan mempunyai sikap rela, tawakal, jujur, adil dan budi luhur selalu dipupuk.

7. Pembalasan

Pembalasan ialah suatu reaksi atas perbuatan orang lain. Reaksi itu dapat berupa perbuatan yang serupa, perbuatan yang seimbang, tingkah laku yang serupa, tingkah laku yang seimbang. Pembalasan disebabkan oleh adanya pergaulan. Pergaulan yang bersahabat mendapat balasan yang bersahabat. Sebaliknya pergaulan yagn penuh kecurigaan menimbulkan balasan yang tidak bersahabat pula. Pada dasarnya, manusia adalah mahluk moral dan mahluk sosial. Dalam bergaul manusia harus mematuhi norma-norma untuk mewujudkan moral itu. Bila manusia berbuat amoral, lingkunganlah yang menyebabkannya. Perbuatan amoral pada hakekatnya adalah perbuatan yang melanggar atau memperkosa hak dan kewajiban manusia. Oleh karena itu manusia tidak menghendaki hak dan kewajibannya dilanggar atau diperkosa, maka manusia berusaha mempertahankan hak dan kewajibannya itu. Mempertahankan hak dan kewajiban itu adalah pembalasan.

Adapted from : ebook University of Gunadarma and wikipedia